SINJAI, Jejaringnews – Sat Reskrim Polres Sinjai berhasil mengamankan tiga pelaku penganiayaan dengan senjata tajam. Ketiganya merupakan warga Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

“Pelaku yang berhasil diamankan adalah DD (22), YD (20), dan FR (22), ketiganya tidak memiliki pekerjaan dan berdomisili di Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara,” ujar Akp Andi Rahmatullah, dalam konferensi pers di Lobby Pratisara Wirya Mapolres Sinjai, Selasa (18/2/2025).

“Penangkapan ini dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/41/II/2025/SPKT/Polres Sinjai, tanggal 16 Februari 2025,” bebernya.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, kejadian bermula pada, Minggu (16/2) pukul 20.30 Wita ketika DD dan YD melintas di Jalan Husni Thamrin.

Saat itu, pelaku mendengar seseorang meneriakkan kata oeee (hai) ke arah mereka. Merasa tersinggung, keduanya berhenti dan bertanya siapa yang berteriak. Namun, orang-orang di sekitar menjawab de’ gaga gora (tidak ada yang berteriak).

Merasa tidak puas, DD dan YD kemudian meninggalkan lokasi untuk mengambil parang. Sekitar pukul 21.00 Wita, mereka kembali ke tempat kejadian dengan membawa senjata tajam dan FR ikut bergabung.

Setibanya di lokasi, DD langsung memukul korban dengan tangan kirinya mengenai pundak kanan. Setelah itu, ia mengeluarkan parang yang diselipkan di celananya dan menebas lengan kiri korban satu kali, lengan kanan satu kali, serta pundak kanan satu kali.

Tidak hanya itu, FR juga memukul wajah korban sebanyak dua kali, sementara YD memukul korban menggunakan kepalan tangan sebanyak tiga kali, mengenai bagian pundak sebanyak dua kali dan kepala satu kali.

“Jadi warga yang melihat kejadian tersebut segera melerai perkelahian, sehingga ketiga pelaku melarikan diri ke rumah masing-masing,”

Setelah menerima laporan dari korban, Sat Reskrim Polres Sinjai bergerak cepat untuk mengamankan para pelaku. Ketiganya berhasil ditangkap dan saat ini diamankan di Mapolres Sinjai guna menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu lembar baju kaos berwarna hitam milik korban, sementara parang yang digunakan pelaku masih dalam pencarian,” tambah Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya pelaku disangkakan melanggar Pasal 170 Ayat (1) dan (2) KE-1E KUH Pidana dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun.